Keuangan, Sarana, dan Prasarana

Keuangan, Sarana, dan Prasarana

Keuangan, Sarana, dan Prasarana

Dalam penyelenggaraan kegiatan institusi, unsur pembiayaan merupakan salah satu unsur utama demi kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan seluruh kegiatan yang dilakukan. Pembiayaan penyelenggaraan program dan kegiatan di STKIP Gotong Royong Masohi membutuhkan standar minimal agar pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan sesuai hukum yang berlaku, dan sejalan dengan visi dan misi serta tujuan STKIP Gotong Royong Masohi. Salah satu turunan dari standar pembiayaan yaitu standar proses pengelolaan keuangan yang mengacu pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Dengan RAPB diharapkan setiap kegiatan dapat diikuti dan dilacak kesesuaiannya dengan perencanaan. Dengan demikian setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan sejak dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya. Sehubungan dengan itu maka ditetapkan standar arah kebijakan pengelolaan keuangan.

Sarana dan prasarana pembelajaran merupakan salah satu faktor pendukung proses pembelajaran yang sangat penting. Sarana dan prasarana pembelajaran menurut pasal 32 Peraturan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 44 tahun 2015, minimal meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lain, sarana teknologi informasi dan komunikasi, instrumentasi eksperimen, sarana olah raga, sarana berkesenian, sarana fasilitas umum bahan habis pakai, dan sarana pemeliharaan, kesehatan dan keamanan. Standar sarana dan prasarana diperlukan untuk menjamin kecukupan kebutuhan minimal sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran berjalan secara efisien, efektif dan berkelanjutan.

Kebijakan pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana STKIP Gotong Royong Masohi berpedoman pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB)  dan Peraturan Ketua STKIP Gotong Royong Masohi nomor 015/KPTS/STKIP-GR/III/2004 tentang Standar Pembiayaan, Sarana dan Prasarana. Dana yang diperoleh penggunaannya harus dialokasikan untuk membiayai kebutuhan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini sejalan dengan Statuta pasal 69 tentang Pembiayaan dan Pembukuan, serta pasal 68 tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa sumber pembiayaan STKIP Gotong Royong Masohi terdiri atas pemasukan dari mahasiswa, bantuan Pemerintah, bantuan masyarakat yang tidak mengikat, dan usaha-usaha lain yang halal, sah, dan tidak mengikat.

Semua pengeluaran dana, harus berdasarkan anggaran dan mendapat persetujuan Ketua. Pengeluaran dana nonbudget (di luar anggaran) harus mendapat persetujuan Yayasan Masohi, sementara pengeluaran rutin dilaksanakan oleh Bendahara sesuai anggaran yang berlaku. Pengelolaan administrasi keuangan dilakukan oleh Bendahara dibantu staf Subbag Keuangan. Setiap akhir bulan Bendahara harus melaporkan pembukuannya kepada Ketua, dan setiap akhir tahun anggaran, bendahara membuat laporan pelaksanaan anggaran untuk disampaikan kepada Yayasan Masohi setelah mendapat persetujuan Ketua. Laporan pertanggungjawaban dinyatakan sah jika dalam tempo selambat-lambatnya satu bulan tidak ada teguran atau Surat Penolakan dari Yayasan Masohi. Sewaktu-waktu Yayasan Masohi dapat melakukan audit keuangan, dengan pemberitahuan terlebih dahulu.

Dalam hal pengelolaan sarana dan prasarana, dibedakan menjadi sarana dan prasarana pembelajaran, sarana dan prasarana penelitian, serta sarana dan prasarana administrasi. Sarana dan prasarana meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruan perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya listrik, ruang olah raga, tempat ibadah, tempat bermain, tempat rekreasi; keragaman jenis dan jumlah peralatan laboratorium, jenis dan jumlah buku perpustakaan, jumlah buku teks, rasio ruang kelas per mahasiswa, rasio luas bangunan per mahasiswa, rasio luas lahan per mahasiswa, luas dan letak lahan, akses khusus ke sarana dan prasarana untuk mehasiswa yang berkebutuhan khusus (disabilitas), dan pemeliharaan.

 

Nama YAYASAN

:

YAYASAN MASOHI

Alamat Yayasan

:

Jln Baru Sugiarto

Nomor SK Menhukham

:

AHU-184.AH.01.04 TAHUN 2013

 

:

U. Namakule, SHi

 

 

Ir. Lutfi Rumbia, MT

Pengurus          :  - Ketua

:

Drs. Autan Sahib Patty

Sekretaris

:

Edison V. Nayatuen, S.Pd

Bendahara

:

K. Selehulano, S.PdI

Pengawas

:

A.Namasela, S.Ag